Dewasa ini perilaku merokok tidak hanya dijumpai pada kaum laki-laki saja, pada wanitapun perilaku merokok kini sudah tidak dianggap hal yang tabu, bahkan seringkali diasosiasikan dengan kesan modern dan tidak kolot. Seiring dengan maraknya tuntutan persamaan hak (gender) jumlah perokok wanita saat ini juga bertambah banyak, pemandangan seperti ini sudah biasa ditemukan di kota-kota besar Indonesia, terutama Jakarta. Hal ini disebabkan karena banyaknya self image yang ingin dicapai dengan merokok, seperti mempunyai daya tarik, modern, dewasa, seksi, sukses, percaya diri dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi, faktor dan dampak dari perilaku merokok pada remaja wanita.
Tidak dapat dipungkiri bahwa merokok dapat menggangu kesehatan. Namun tidak ada yang memungkiri adanya dampak negative dari perilaku merokok bagi kehidupan manusia merupakan kegiatan yang fenomenal. Artinya meskipun sudah diketahui akibat negatif merokok tetapi jumlah perokok bukan semakin menurun tetapi semakin meningkat dan usia merokok semakin muda.
Perilaku merokok pada remaja, terutama pada remaja wanita saat ini sangat meningkat. Hampir 90% wanita muda Indonesia adalah perokok aktif. Faktor pendorong untuk mulai merokok amat beragam, baik berupa faktor dalam dirinya (personal), sosial – cultural, dan pengaruh kuat lingkungannya yang rata-rata adalah perokok aktif. Selain faktor diatas ada faktof lain, yaitu faktor perkembangan dan kepuasan psikologis, seperti mengurangi ketegangan dan stres.
Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi pada subjek yang berjumlah tiga orang. Seluruh data dianalisis mengunakan metode pattern matching. Karakteristik subjek yang dicari adalah berusia remaja akhir, berjenis kelamin perempuan, bersedia untuk diteliti, telah melakukan perilaku merokok kurang lebih setahun, termasuk data perokok ringan, sedang atau berat, belum menikah dan berdomisili di Jakarta.
Berdasarkan wawancara dan observasi, ketiga subjek melakukan perilaku merokok murni karena ingin diterima oleh kelompoknya atau pergroupnya. Tahap terjadinya perlaku merokok pada remaja wanita, biasanya bermula dari seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangakan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat atau dari hasil bacaan. Hal ini menimbulkan minaat untuk merokok yang akhirnya mencapai tahap apakah seseorang akan meneruskan ataukah tidak terhadap perilaku merokok.
Dari penelitian, yang memotivasi perilaku merokok pada remaja wanita adalah karena keingintahuan subjek terhadap rokok dank arena melihat teman-temannya terutama teman sebayanya yang melakukan perilaku merokok. Dampak yang dirasakan oleh ketiga subjek adalah timbul rasa ketagihan yang menyebabkan ketiga subjek tidak dapat menghentikan perilaku merokoknya sampai saat ini. Tanpa mempermasalahkan kesehatan akan dirinya sendiri.
created by (abstrak skripsi): Sekar Endah Hamumpuningtias
Tidak ada komentar:
Posting Komentar